Beritarepublik.com, Muna (Sultra) - Russel seorang filsuf kontemporer barat, memberi kita rumus menafsir konsepsi seseorang ttg dunia. Bagaimana rumusnya Pis? Yakni yang pertama adalah warisan etis, kedua pengalaman dan ketiga itu pendidikan.
Sebelumnya, kita sudah menguliti siapa sosok Rajiun Tumada atau yang lebih familiarnya dengan panggilan RT itu dalam uraian terdahulu. Jadi, uraian ini akan Saya mulai dari faktor ke dua (pengalaman).
Sebelumnya, beredar beberapa meme yg mengejek RT tak mampu membangun "Gedong"mewah buat wakil rakyat. Yah...fakta itu Pis tapi, cari tau dulu alasannya toh. Iyo toh, Ivol kone...!!!
Bagi orang awam ilmu perencanaan pembangunan, kasus di atas itu adalah bukti sebuah kegagalan. Tapi sini kita bongkar Pis. Kenapa RT itu tidak mau bangun kantor mewah.
Pertama, RT itu memahami bahwa, salah satu masalah terbesar dalam pembangunan Kabupaten Muna selama ini (makanya Muna itu tidak berkembang) yakni, keroposnya fondasi ekonomi daerah atau sektor primer (pertanian dalam arti luas) bagaimana urgennya sektor primer, baca buku-buku ilmu ekonomi wilayah.
Bagaimana cara membangun sektor primer?. Mesti ada pembangunan infrastruktur seperti jalan raya. Infrastruktur itu leading sector (sektor pendahulu) untuk mendukung tumbuh kembangnya sektor primer dan derivatifnya. Makanya Pis, para Ekonom katakan kalau antara pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, terdapat hubungan kaftan. Kalau tidak mampu lakukan itu, jangan dulu bicara "Mai Te Ini" untuk turis. Akhirnya turisnya mabuk darat Pis.
Kenapa RT tidak dahulukan Gedung Pis, itu alasannya. Buat apa para wakil rakyat mewah-mewahan sedangkan rakyat yang diwakili (Bos) sulit dan sengsara. Tidak terbalik kah itu Pis. Ini juga sebagian kita ini Pis, kita bangga-banggakan kantor-kantor mewahnya pejabat. Padahal kita hanya foto selfie dan gaya-gaya dari luar. Ko tidak nikmati juga di dalamnya Pis. Sedangkan mereka adem ayem di dalam dgn ACnya masing-masing. Apa yg ko banggakan itu Pis. Padahal uangmu itu Pis yg dipake bikin Gedong mewah. Tapi ko tidak nikmati juga toh. Ko di prank lagi kasian Pis.
Kenapa RT dia dahulukan jalan Pis, jawabannya karena RT memahami perencanaan wilayah dan meletakkan pondasi ekonomi bagi warga Mubar dan memaksa para pejabat untuk menerima kenyataan bahwa mereka hanya wakil dan pelayan rakyat. Jikalau pondasi ekonomi daerah sudah kokoh maka, bolehlah para wakil dan pelayan rakyat dihadiahi oleh rakyat dgn gedung mewah.
Noala nehamai bhara RT fekiri peda nagha Pisa?. Omolimpu gara Pis. Kaburiku madaghoono ini. RT itu Pisa, padamo nonamisie namisino do Marasai...!!! O pagalu kone RT maitu, netaa kaawu kolauno nembali o Kapala Daera...!!!
RT sebagai Pagalu tahu persis potensi daerah kita dan kebutuhan warga yg mayoritas adalah para petani dan nelayan. Pis...!!! sadar Pis, pertanian itu adalah sektor primer satu-satunya yang dimiliki Kabupaten Muna dan Muna Barat dan cara membangunnya adalah dengan infrastruktur. Betul Pis, masih ada kekurangan RT dalam membangun. Tidak perlu juga ditutup-tutupi. Tapi, yang membedakan beliau dengan yang lain itu, RT paham harus mulai dari mana membangun dan akan kemana daerah itu di masa depan. Itu yang namanya visioner Pis. Jadi, faktor Pengalaman hidup, membentuk karakter dan arah kepemimpinan RT.
Jadi, kalau RT jadi Bupati Muna, sudah jelas arahnya Pis, siap-siap pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi fondasi ekonomi Kabupaten Muna yg sudah keropos.
Ok toh, Ivol kone.
Penulis: La Ode Rachmad Sabdin Andisiri (Dosen Muda Universitas Halu Oleo).
Biro : Muna Sultra (9/7/2020) ( Achmad Efendi)
.

