Pemerintah Daerah Soppeng dan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Launching Dashat Percepat Penurunan Stunting -->

Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Pemerintah Daerah Soppeng dan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Launching Dashat Percepat Penurunan Stunting

BERITAREPUBLIK.COM
26 Oktober 2022

Poto Wakil Bupati Soppeng, Ir.Lutfi Halide,MP saat memberikan sambutan pada acara upaya penurunan Stunting Pemda Soppeng.

Beritarepublik.com,Soppeng - Sebagai upaya percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) melakukan Launching Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) di Kampung KB Desa Belo Kecamatan Ganra, Rabu (24/ 10/2022).

Peluncuran tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Sippeng, Ir. Lutfi Halide, MP.




Wakil Bupati Soppeng, Ir.Lutfi Halide,MP mengatakan dalam rangka percepatan penurunan stunting Kampung KB Desa Belo.
Saya selalu konsen terkait masalah stunting karena saya diberi amanah selaku Ketua Tim Penurunan Stunting di Kabupaten Soppeng dan ini akan dipertanggung jawabkan di dunia dan akhirat.

Sehingga saya berharap kepada semua dinas terkait mari kita berdiskusi bersama dengan para tim ahli,sehingga ada rekomendasi terkait komoditi apa yang cocok di Desa Belo ini.


"Jangan tiba masa tiba akal, karena masalah stunting jangan dianggap enteng" Kata Wabup Lutfi Halide

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Lutfi Halide mengemukakan bahwa Presiden juga telah menegaskan di Tahun 2024 nantinya Pemerintah harus mencapai target prevelensi stunting 14%.

Tentu untuk mencapai target tersebut ada proses yang harus dilakukan, sehingga mari kita saling bekerjasama serta saya harapkan agar melakukan pendataan yang benar dan akurat karena ini adalah program Nasional dan tidak bisa direkayasa,katanya


Wabup Ir. LUtfi Halide Tak lupa juga mengingatkan Kepada Kepala Desa Belo, agar program DASHAT yang dilaunching ini dapat dilaksanakan dengan baik, jika ada masalah yang dihadapi mari kita saling berdiskusi apalagi dimasa krisis global saat ini.

Jangan mengatasi masalah stunting seorang diri, tapi mari kita saling berkolaborasi karena masalah stunting merupakan kewajiban kita bersama. ucap Wabup Lutfi Halide

Masih dalam upaya percepatan penurunan stunting, Pemkab Soppeng juga melakukan pemberdayaan masyarakat di kampung KB tersebut.


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Soppeng, Hj. A. HUSNIATI, S.Sos, MM dalam laporannya menyebutkan, Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan aktivitas pengelolaan kampung keluarga berkualitas dalam upaya penurunan stunting di Kampung KB.

Serta meningkatkan pemahaman pengelolaan kampung KB, pengelolaan makanan sehat dan bergizi, terpenuhinya program dasar yaitu dapur sehat dalam mengatasi stunting di kampung KB khususnya di Desa Belo.

"Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas DP3APPKB bekerjasama dengan Pemerintah Desa Belo",ujarnya


Pada kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) yang diwakili oleh Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Yosep Upa, MM dalam kesempatanya mengatakan,
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya setelah Desa Kebo yang telah berjalan sebagaimana yang disampikan oleh tim pakar kita waktu itu.

Kegiatan DASHAT Kampung KB ini merupakan program kerja dan strategi yang dilakukan oleh Kepala BKKBN dengan membentuk tim pendamping keluarga mulai dari tingkat Desa, membuat satgas yang luar biasa telah berkombinasi dengan pejabat yang berkompeten sehingga bisa membantu tenaga kami khususnya tenaga BKKBN yang ada di kabupaten dan kota.

Drs. Yosep Upa,MM berharap, Kedepan program DASHAT di Kampung KB tepatnya di Desa Belo dapat menjalankan tugasnya, bukan hanya sekedar dicanangkan tapi kita ingin melihat progresnya dengan data yang ada di dalam.

Karena kampung KB adalah salah satu pusat data mikro tingkat Desa sehingga kita dapat mengetahui berapa banyak yang perlu diintervensi kedepannya,tuturnya

"Dengan adanya dapur sehat di Desa Belo ini, dapat mengurangi masalah stunting dan mencegah terciptanya stunting baru dengan melakukan penguatan 1000 kehidupan awal,sehingga kami banyak melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat, agar nantinya akan menghasilkan tenaga unggul, cerdas dan kuat" katanya

Jadi pergunakan dapur sehat ini untuk memberikan gizi yang sehat untuk anak anak kita, dan memanfaatkan bahan lokal yang ada disekitar kita guna memberikan makanan yang sehat dan bergizi.tutup Drs. Yosep Upa,MM

Selanjutnya Wakil Bupati Soppeng bersama segenap tamu undangan melakukan kunjungan di Dapur Sehat Atasi Stunting.

Dimana di dapur sehat tersebut terdapat bahan dan hasil olahan makanan sehat yaitu nugget ikan gabus, kroket ubi jalar, sup telur puyuh, puding lumut daun kelor kelapa muda, puding susu buah papaya.
Turut hadir, para Kepala SKPD terkait, para Camat se Kab. Soppeng, para Kepala Desa se Kec. Ganra, Kapolsek Kec. Ganra, Danramil Kec. Ganra, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kec. Ganra, Ketua TP. PKK Kec. Ganra bersama anggota, Penyuluh KB, Kepala KUA Kec. Ganra

red