Pernyataan Alfin Maulana Korwil se- Tapal Kuda BEM Nusantara Jawa Timur Pemerintah dan Satgas Harus Lebih Sigap Tangani Banjir Jember -->

Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Pernyataan Alfin Maulana Korwil se- Tapal Kuda BEM Nusantara Jawa Timur Pemerintah dan Satgas Harus Lebih Sigap Tangani Banjir Jember

BERITAREPUBLIK.COM
13 Februari 2026

Poto : Alfin Maulana. Korwil se Tapal Kuda BEMNUS Jatim.



JATIM,beritarepublik.com-Pernyataan Alfin Maulana Korwil Se-Tapal Kuda Bem Nusantara Jawa Timur Pada tanggal 12 Februari 2026, Kabupaten Jember kembali dilanda banjir akibat curah hujan yang tak kunjung berhenti. Peristiwa ini menjadi kejadian kesekian kalinya dalam dua bulan terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan banjir di Jember memerlukan perhatian dan langkah penanganan yang lebih komprehensif serta berkelanjutan.

Banjir bukan sekadar persoalan genangan air, tetapi menyangkut nasib, keselamatan, dan bahkan nyawa banyak masyarakat yang terdampak. Setiap kali banjir terjadi, ada aktivitas ekonomi yang terhenti, anak-anak yang terhambat pendidikannya, serta keluarga yang hidup dalam kekhawatiran dan ketidakpastian. Oleh karena itu, penanganan banjir harus dipandang sebagai urusan kemanusiaan yang mendesak dan prioritas.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk banyak ruas jalan yang rusak, berlubang, bahkan tergerus arus air. Kondisi ini tentu membahayakan keselamatan pengguna jalan dan menghambat mobilitas masyarakat. Akses distribusi logistik, aktivitas ekonomi, hingga layanan darurat dapat terganggu apabila perbaikan tidak segera dilakukan. Kerusakan jalan akibat banjir tidak boleh dianggap sebagai dampak sampingan semata, melainkan bagian penting yang harus segera ditangani secara cepat dan serius.

Kami mengapresiasi respons Pemerintah Kabupaten Jember yang telah membentuk Satgas Penanggulangan Banjir sebagai bentuk keseriusan dalam menangani bencana. Namun demikian, kami memandang bahwa diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penanganan yang selama ini dilakukan, agar banjir yang berulang tidak terus menjadi persoalan tanpa solusi jangka panjang.

Penanganan bencana hendaknya tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif dan solutif. Satgas diharapkan dapat bergerak cepat, sigap, dan hadir secara langsung di tengah masyarakat tanpa terhambat prosedur administratif yang berbelit. Kedekatan dengan masyarakat menjadi kunci agar kebutuhan korban dapat direspons secara tepat dan efektif.

Selain itu, fokus utama penanganan banjir perlu diarahkan pada upaya pengondisian kembali wilayah terdampak serta mitigasi jangka panjang, bukan hanya sebatas distribusi bantuan sembako. Bantuan darurat memang penting, tetapi yang lebih mendesak adalah langkah konkret untuk meminimalisir potensi banjir di masa mendatang melalui perbaikan tata kelola lingkungan, normalisasi saluran air, serta kebijakan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan, termasuk perbaikan infrastruktur jalan yang terdampak agar tidak membahayakan masyarakat.

Sebagai Koordinator Wilayah Se-Tapal Kuda BEM Nusantara Jawa Timur, saya menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan penanganan bencana. Karena ini menyangkut nasib dan nyawa banyak orang, maka setiap langkah penanganan harus dilakukan dengan keseriusan, kecepatan, dan tanggung jawab penuh.

Kami mendorong adanya evaluasi terbuka, langkah strategis yang terukur, percepatan perbaikan infrastruktur yang terdampak, serta sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat agar persoalan banjir di Jember tidak terus berulang. Kami siap mengawal dan berkontribusi secara konstruktif demi terwujudnya penanganan bencana yang lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.

(Redaksi)