Dari Kevakuman ke Panggung Perubahan: Sekjen PB IMPS Dedy Muhammad Iqbal Guncang Kebangkitan Intelektual Mahasiswa Soppeng -->

Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Dari Kevakuman ke Panggung Perubahan: Sekjen PB IMPS Dedy Muhammad Iqbal Guncang Kebangkitan Intelektual Mahasiswa Soppeng

BERITAREPUBLIK.COM
25 April 2026

Poto ; Dedy Muhammad Iqbal.Minggu, 26 April 2026.


Soppeng — Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (PB IMPS) resmi dilantik sebagai penanda dimulainya kembali peran strategis organisasi kedaerahan setelah mengalami kevakuman dalam kurun waktu yang cukup lama. Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi bagi mahasiswa dan pelajar asal Soppeng untuk memperkuat jejaring intelektual serta meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Dalam struktur kepengurusan yang baru, Dedy Muhammad Iqbal diamanahkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen). Penunjukan ini mencerminkan kebutuhan akan kepemimpinan yang tidak hanya memiliki kapasitas organisatoris, tetapi juga kapabilitas akademik dan pengalaman dalam jejaring kepemudaan.

PB IMPS hadir dengan semangat revitalisasi yang menitikberatkan pada penguatan kelembagaan sekaligus optimalisasi peran sebagai wadah representasi multidisiplin keilmuan mahasiswa Soppeng. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi medium artikulasi gagasan serta akselerator kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam pernyataannya, Dedy Muhammad Iqbal menegaskan bahwa reaktivasi PB IMPS merupakan bentuk manifestasi komitmen kolektif terhadap eksistensi lembaga kedaerahan.

“Hadirnya kembali PB IMPS merupakan manifestasi dari rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap lembaga kedaerahan. Organisasi ini diharapkan mampu merepresentasikan keragaman disiplin ilmu mahasiswa Soppeng serta menghasilkan program kerja yang berdampak langsung, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pelestarian budaya daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa orientasi utama kepengurusan ke depan adalah penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), reaktualisasi nilai-nilai historis dan kultural, serta penguatan aspek kebijakan dan tata kelola daerah yang adaptif dan berkelanjutan.
“Pengembangan SDM menjadi prioritas strategis. Di sisi lain, nilai-nilai sejarah dan budaya lokal perlu direaktualisasi agar tetap kontekstual dengan dinamika sosial saat ini,” tambahnya.

Dedy Muhammad Iqbal diketahui merupakan mantan Ketua IMPS Universitas Hasanuddin dan saat ini tengah menempuh pendidikan doktoral (S3) di Universitas Hasanuddin. Selain aktif dalam dunia akademik, ia juga merupakan pengurus KNPI Sulawesi Selatan serta terlibat dalam berbagai aktivitas riset pada tingkat nasional dan internasional, khususnya di bidang perikanan serta kebijakan dan tata kelola pembangunan daerah.

Dengan latar belakang tersebut, ia menilai bahwa PB IMPS memiliki potensi untuk bertransformasi menjadi aktor strategis dalam menjembatani kepentingan mahasiswa dengan agenda pembangunan daerah.

Pelantikan ini tidak hanya merepresentasikan aktivasi kembali sebuah organisasi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kesadaran kolektif generasi muda Soppeng untuk berperan secara progresif, adaptif, dan berbasis keilmuan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

(redaksi)