SOPPENG – Pengabdian sebagai abdi negara tak menyurutkan kecintaan AIPDA Andi Tawakkal,S.H.pada dunia pertanian. Anggota Polri yang berdinas di Unit Bhabinkamtibmas Polsek Lalabata, Polres Soppeng ini justru menjadikan berkebun sebagai ruang produktif usai menunaikan tugas kedinasan.
Lahir di Dusun Dekko. Desa Mapesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Andi Tawakkal tumbuh dalam kultur agraris yang kuat. “Dari kecil saya sudah suka berkebun. Ini warisan dari nenek, bapak, dan ibu,” tuturnya. Nilai itu ia bawa hingga kini, di sela-sela perannya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Usai melepas seragam dinas, Andi Tawakkal rutin mengolah lahan. Ia menanam beragam komoditas seperti semangka, pepaya, hingga terong. Baginya, berkebun bukan sekadar hobi, melainkan laku hidup yang menanamkan nilai kerja keras, kesabaran, dan kemandirian.
Konsistensi tersebut menjadikannya figur inspiratif. Di tengah stigma bahwa tugas kepolisian hanya berkutat pada penegakan hukum, Andi Tawakkal membuktikan bahwa seorang anggota Polri juga bisa menjadi penggerak ketahanan pangan di tingkat tapak. Aktivitasnya secara tidak langsung mengedukasi masyarakat bahwa bertani adalah pekerjaan mulia yang patut ditekuni siapa saja, tanpa memandang profesi.
“Polisi itu pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kalau saya bisa beri contoh produktif lewat berkebun, kenapa tidak? Mudah-mudahan bisa memotivasi warga untuk memanfaatkan lahan kosong,” ujarnya.
Kisah Andi Tawakkal merepresentasikan wajah humanis Polri. Ia merawat dua identitas sekaligus: sebagai penegak hukum yang berintegritas dan sebagai anak petani yang tetap membumi. Kombinasi tersebut patut menjadi teladan, bahwa dedikasi kepada negara dan kecintaan pada tanah kelahiran bisa berjalan beriringan.
(redaksi)
