Soppeng - Pernyataan pengamat politik Feri Amsari yang menyebut swasembada pangan sebagai "palsu" ditolak oleh pemerhati petani kabupaten Soppeng, Hamdani, dengan alasan bahwa pernyataan tersebut tidak didukung oleh data dan fakta empiris. "Menyampaikan kritik di depan publik harus berdasarkan data akurat, bukan asumsi yang menyesatkan," tegas Hamdani, Kamis, 9 April 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 4 Februari 2026 menunjukkan peningkatan produksi beras nasional tahun 2025 sebesar 34,69-34,77 juta ton, atau naik sekitar 13,29% - 13,54% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh perluasan luas panen (mencapai 11,32 juta hektare) dan perbaikan produktivitas.
Faktor pendukung peningkatan produksi meliputi program strategis Kementerian Pertanian, seperti optimalisasi lahan (OPLA), cetak sawah baru, perbaikan irigasi, dan penggunaan alat mesin pertanian modern (smart farming). Hamdani juga menyoroti capaian sektor pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang mencakup produksi padi nasional mencapai 60 juta ton gabah kering giling, surplus beras hingga jutaan ton, dan cadangan beras pemerintah menembus 4 juta ton - angka tertinggi sepanjang sejarah.
"Data empiris ini membuktikan bahwa swasembada pangan bukanlah palsu, melainkan hasil kerja keras petani dan pemerintah," ujar Hamdani.
(Asonk dani)
