Ortu nilai Abdul Asis sosok berprestasi, pertanyakan logika pemindahan di tengah sekolah lain masih krisis guru dan kepsek
SOPPENG-Kebijakan Pemerintah Kabupaten Soppeng memindahkan Kepala SDN 7 Salotungo, Abdul Asis,S.Pd., menuai reaksi keras dari sejumlah orang tua siswa.
Mereka mengaku kecewa dan mempertanyakan urgensi keputusan tersebut, mengingat sosok Abdul Asis dinilai telah membawa banyak perubahan positif selama memimpin sekolah.
Salah satu orang tua siswa, Sahar, kepada media ini, Selasa (12/5/2026), mengatakan bahwa Abdul Asis dikenal sebagai kepala sekolah yang aktif, berprestasi, serta memiliki banyak inovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SDN 7 Salotungo.
“Selama Pak Abdul Asis memimpin, berbagai program pembinaan siswa jalan. Lingkungan sekolah juga banyak dibenahi dan mulai terlihat berkembang. Anak-anak jadi lebih semangat,” ujar Sahar.
Menurut Sahar, kehadiran Abdul Asis membuat para orang tua merasa tenang menitipkan anaknya. Karena itu, kabar pemindahan tersebut membuat banyak pihak merasa kehilangan.
Lebih jauh, Sahar menyoroti inkonsistensi kebijakan Dinas Pendidikan Soppeng dalam hal pemerataan tenaga pendidik. Ia menyebut, masih banyak sekolah lain di Soppeng yang justru mengalami kekurangan guru.
“Masih ada sekolah yang kekurangan guru agama bahkan belum memiliki kepala sekolah definitif. Kebijakan penempatan seharusnya mempertimbangkan kebutuhan setiap sekolah agar lebih merata,” tegas Sahar.
Pernyataan Sahar tersebut mengindikasikan adanya keresahan publik terhadap pola rotasi dan mutasi kepala sekolah yang dianggap tidak berbasis pada analisis kebutuhan riil di lapangan.
Para orang tua siswa mendesak Pemkab Soppeng, khususnya Dinas Pendidikan, untuk mengevaluasi kembali kebijakan pemindahan tersebut. Mereka menilai, mempertahankan kepala sekolah berprestasi di tempat yang sudah maju sama pentingnya dengan mengisi kekosongan di sekolah lain.
“Jangan sampai kebijakan rotasi ini justru menghambat kemajuan sekolah yang sudah berjalan baik. Kami butuh penjelasan logis dari Pemkab,” tutup Sahar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pemindahan Abdul Asis maupun tanggapan atas kritik dari para orang tua siswa SDN 7 Salotungo.
(beritarepublik.com/la denonk)
