Poto : Kegiatan Pelatihan Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sekaligus Pelatihan Menggambar dan Mewarnai untuk Guru TK. Di Aula iDnas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng. Minggu, 19 Juli 2026.
SOPPENG – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Soppeng menggelar kegiatan Pelatihan Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sekaligus Pelatihan Menggambar dan Mewarnai untuk Guru TK.
Kegiatan ini dihadiri 125 oleh guru TK se-Kabupaten Soppeng dan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng.
Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Dr. Faliha Mahnur, S.Pd.,M.Pd., yang membawakan materi Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan Drs. Mochammad Harun Bin Rosyid, M.Pd,. sebagai pemateri pelatihan menggambar dan mewarnai.
Dalam sambutannya, Ketua IGTKI Kabupaten Soppeng, Musdalifah, S.PdI.,S.Pd., M.Si menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini saat ini tidak hanya fokus pada calistung, tetapi juga pembentukan karakter.
"Anak-anak kita butuh pondasi karakter yang kuat. 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat hadir sebagai panduan sederhana tapi sangat powerful: Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kreativitas anak melalui kegiatan menggambar dan mewarnai.
"Lewat gambar, anak belajar berekspresi, melatih motorik halus, melatih fokus, dan berani berimajinasi. Bapak atau Ibu guru adalah garda terdepan dalam menumbuhkan rasa percaya diri mereka," jelasnya.
Musdalifah juga menitipkan 3 pesan kepada seluruh guru: menjadikan 7 kebiasaan sebagai budaya sekolah, berani mencoba teknik baru dari pelatihan menggambar, dan terus belajar serta berbagi antar anggota IGTKI.
Sementara itu, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nuralim,M.Pd dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif IGTKI Soppeng. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi guru untuk mencetak generasi Soppeng yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar ilmu yang didapatkan para guru dapat langsung diimplementasikan di sekolah masing-masing demi kemajuan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Soppeng.
(redaksi)
