Jakarta, Beritarepublik.com,– Terminal Tipe A Pulogebang yang digadang-gadang sebagai salah satu terminal terbesar di Asia Tenggara dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsinya. Meski didukung fasilitas yang terbilang megah, aktivitas di terminal ini dinilai masih sepi akibat minimnya daya tarik (greget) dan strategi promosi yang belum masif. Bahkan, beberapa area bangunan tampak kurang terawat.
Sejak beroperasi penuh, Terminal Pulogebang sebenarnya telah dilengkapi fasilitas modern, seperti ruang tunggu ber-AC, food court, hotel transit, hingga integrasi dengan layanan TransJakarta dan LRT. Namun, tingkat okupansi penumpang serta jumlah armada bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) maupun Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) yang beroperasi belum sebanding dengan kapasitas maksimal yang dimiliki.
Suasana di dalam terminal cenderung sepi. Kegiatan penunjang seperti bazar UMKM, pameran, atau acara komunitas yang berpotensi menarik kedatangan masyarakat hampir tidak ada. Akibatnya, terminal ini hanya berfungsi sebatas tempat transit singkat, bukan sebagai pusat aktivitas warga Jakarta Timur.
Banyak masyarakat di kawasan Jabodetabek yang belum mengetahui secara utuh cakupan rute bus dari Pulogebang menuju berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera. Minimnya sosialisasi mengenai trayek baru, promo tiket, serta kolaborasi bersama Perusahaan Otobus (PO) membuat penumpang lebih memilih berangkat dari terminal lain atau agen bus di luar terminal.
Informasi mengenai jadwal keberangkatan, tarif resmi, hingga penawaran khusus belum dipublikasikan secara masif melalui media sosial maupun media massa. Di era digital saat ini, kemudahan akses informasi menjadi kunci utama agar potensi terminal tidak mengendap.
"Sayang sekali jika aset dan sarana sebesar ini hanya menjadi bangunan megah yang sepi pengunjung. Perlu ada langkah konkrit dan terobosan dari pihak pengelola, Pemprov DKI Jakarta, serta Kementerian Perhubungan untuk menghidupkan kembali kawasan ini. Mulai dari menggelar berbagai event menarik, menggencarkan promosi, hingga jemput bola ke PO bus skala besar," ujar Suta Widhya, S.H., dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/7).
Terminal Pulogebang memiliki potensi strategis untuk menjadi hub transportasi utama di kawasan timur Jakarta. Namun, tanpa adanya integrasi promosi yang masif dan inovasi kegiatan, potensi besar tersebut dikhawatirkan tidak terwujud secara maksimal.
Terminal Pulogebang merupakan terminal penumpang Tipe A yang terletak di Jakarta Timur dengan luas lahan mencapai 14,3 hektare. Terminal ini berfungsi melayani moda transportasi bus AKAP, AKDP, TransJakarta, serta terintegrasi dengan jaringan LRT Jakarta.
(Red)
