Jangan Kawal Bangunannya, Tapi Kawal Dokumen Pemenang Tender! -->

Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Jangan Kawal Bangunannya, Tapi Kawal Dokumen Pemenang Tender!

BERITAREPUBLIK.COM
19 Agustus 2026

Poto : Redaksi.

Beritarepublik.com,SOPPENG, – Sudah terlalu sering kita kecolongan. Proyek miliaran dikawal ramai-ramai pas tiang pancangnya ditancap. Giliran bangunan retak, ambruk, atau mangkrak... baru heboh.

Sudah terlambat! 
 Hamdani, menampar pola pikir itu.
Jangan kawal bangunannya! Kawal dokumen pemenang tendernya dari hari pertama! sentil Hamdani, Rabu (19/8/2026).

Baginya, drama di lapangan itu cuma efek. Penyakit aslinya ada di atas kertas.

Faktanya:
1. Tender siluman - Perusahaan abal-abal menang karena "kedekatan", bukan kapasitas.
2.  RAB siluman - HPS digelembungkan, spesifikasi diturunkan. Rakyat dapat kualitas KW.
3. Kontrak siluman - Begitu menang, volume dikurangi, waktu diperpanjang. Modus lama.

"Selama dokumen tender tidak kita bedah, selama itu pula maling-maling berdasi akan tertawa. Mereka sudah kenyang di awal, kita yang dapat ampasnya berupa bangunan rapuh,"tegasnya.

Hamdani menantang LSM, pers, dan masyarakat Soppeng untuk berhenti jadi penonton. Datangi LPSE. Gugat lewat UU Keterbukaan Informasi Publik. Bedah perusahaan pemenang. Kejar PPK yang menandatangani.

"Uang itu uang kita. Pajak kita. Kalau kita diam dari proses tender, sama saja kita kasih karpet merah untuk korupsi. Jangan tunggu bangunan roboh baru teriak. Kawal dari kertasnya!"tutupnya dengan nada tinggi.

(redaksi)