Lulus S1 dengan Nilai A, Aswan Jaya Sakti Buktikan Wartawan Juga Bisa Berprestasi di Kampus -->

Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Lulus S1 dengan Nilai A, Aswan Jaya Sakti Buktikan Wartawan Juga Bisa Berprestasi di Kampus

BERITAREPUBLIK.COM
23 Agustus 2026


Makassar, Beritarepublik.com, Aswan Jaya Sakti resmi menyandang gelar Sarjana Strata Satu (S1) setelah berhasil melewati ujian skripsi dengan nilai A di Universitas Dipa Makassar, Senin (24/8/2026).


Pemilik media online Mitrabuser.com itu menjalani ujian skripsi di kampus Universitas Dipa Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.


Dalam ujian tersebut, Aswan mempertahankan penelitian berjudul “Aplikasi Pengelolaan Berkas Nikah Berbasis Web pada Kantor Urusan Agama Kec. Ganra Menggunakan Algoritma Boyer-Moore.”


Penelitian tersebut menghasilkan aplikasi berbasis web untuk mendukung pengelolaan berkas nikah pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Ganra dengan memanfaatkan algoritma Boyer-Moore.


Aswan mengungkapkan, salah satu pertanyaan dari ketua sidang sekaligus penguji pertama meminta dirinya menjelaskan aplikasi yang dibuat dalam penelitian.


“Ketua sidang sekaligus penguji satu hanya bertanya, disuruh menjelaskan aplikasi yang saya buat,” ujarnya.


Perjalanan pendidikan Aswan dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Soppeng pada 2020. Ia kemudian melanjutkan pendidikan D3 di STMIK Amika Soppeng dan menyelesaikannya selama tiga tahun hingga 2023.


Pada 2024, ia kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 di Universitas Dipa Makassar. Sekitar dua tahun kemudian, seluruh tahapan pendidikan berhasil dituntaskan.


Selama menempuh pendidikan, Aswan tetap aktif menjalankan profesinya sebagai wartawan. Ia juga mengelola Mitrabuser.com dan tergabung dalam Organisasi Pers JOIN Soppeng.


Aktivitas jurnalistik tetap dijalankan di tengah kewajiban mengikuti perkuliahan, melakukan penelitian dan menyusun skripsi.


Kelulusan dengan nilai A menjadi penutup perjalanan pendidikan S1 Aswan. Gelar tersebut kini menambah perjalanan akademik setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan D3.


Bagi Aswan, pencapaian itu menunjukkan bahwa kesibukan bekerja tidak harus menjadi alasan untuk menghentikan pendidikan.


(Hamdani)